Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M7,7 Guncang Laut Flores: Sempat Picu Tsunami Kecil, Peringatan Dini Resmi Berakhir
Advertisement . Scroll to see content

Pasca-gempa M 7,7 Nagekeo: Sobat Sehat dan Iluni Fkm UI Beri Pendampingan Psikososial Warga

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:23 WIB
  • author Iren Leleng
Pasca-gempa M 7,7 Nagekeo: Sobat Sehat dan Iluni Fkm UI Beri Pendampingan Psikososial Warga
Foto: Ikatan alumni FKM UI memberikan bantuan psikologi terhadap masyarakat terdampak gempa di Flores

KUAPANG, iNewsAlor.id — Tujuh pekan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian warga Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, masih dibayangi trauma. Mengingat frekuensi gempa susulan yang masih tinggi, proses pemulihan warga tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penanganan kesehatan mental para penyintas.

Merespons kondisi tersebut, Komunitas Sobat Sehat bersama Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (ILUNI FKM UI), Priority, serta didukung Pemerintah Desa Waekokak dan Puskesmas setempat menggelar aksi penanganan pascabencana bertajuk program "Bantu Sehat: Pulihkan Asa Nagekeo".

Aksi kolaboratif ini menghadirkan pendampingan psikososial bagi warga dewasa dan anak-anak, sekaligus menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti bahan pangan, air mineral, alas tidur, perlengkapan kebersihan, kesehatan, hingga alat tulis.

Founder Komunitas Sobat Sehat sekaligus Sekjen ILUNI FKM UI, Sri Gusni Febriasari, S.K.M., M.Psi.T., menegaskan bahwa pemulihan fisik dan psikologis penyintas bencana harus berjalan beriringan.

“Rumah bisa dibangun kembali, tetapi rasa aman juga harus dipulihkan, terutama bagi anak-anak yang akan membawa pengalaman ini hingga dewasa,” ujar Gusni.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh Romo Yanto Soka dan Ustaz Asrul. Warga Muslim dan Katolik Desa Waekokak tampak khusyuk mendoakan keselamatan wilayah mereka serta kekuatan bagi para korban terdampak.

Dalam sesi pendampingan psikososial, warga dewasa mendapatkan edukasi pengelolaan kecemasan pascabencana. Sementara untuk anak-anak, disediakan ruang bermain aman yang diisi kegiatan menggambar dan mendengarkan dongeng sebagai media pelepasan trauma.

"Anak-anak sering kali menyimpan rasa takutnya dalam diam. Lewat gambar dan permainan, mereka bisa mengungkapkan apa yang sulit diucapkan," jelas Psikolog Siti Kholidiyatus Sa’diyah, M.Psi.

Untuk menjaga kesinambungan pemulihan, tim Sobat Sehat turut berkoordinasi dengan pemerintah desa dan puskesmas setempat guna merujuk warga atau anak-anak yang membutuhkan penanganan psikologis lanjutan ke fasilitas layanan kesehatan primer.

Sebagai informasi, sejak gempa utama melanda pada 15 Agustus 2026, pemda mencatat sekitar 14.000 hingga 15.000 gempa susulan di wilayah Nagekeo. Setelah masa tanggap darurat resmi berakhir pada 27 September 2026, wilayah ini kini memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan menyeluruh

Editor: Danny Manu

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut