get app
inews
Aa Text
Read Next : Porak-Poranda! Ribuan Rumah Warga Flores Rusak Akibat Gempa M 7,7

237 Sekolah di Manggarai Timur Terdampak Gempa, KBM Tatap Muka Dihentikan Sementara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:03 WIB
header img
Foto: Ratusan fasilitas pendidikan di Manggarai Timur NTT rusak akibat gempa bumi

FLORES, iNews.id – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Manggarai Timur mencatat sebanyak 237 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores.

Berdasarkan data sementara hingga Selasa (18/8/2026), jumlah sekolah yang terdampak terdiri atas 35 TK/PAUD, 98 SD, 81 SMP, serta 23 SMA/SMK. Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan masih berlangsung di sejumlah sekolah yang mengalami kendala jaringan komunikasi.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Manggarai Timur, Marsel Enggu, mengatakan pihaknya saat ini tidak hanya fokus pada pendataan kerusakan fisik sekolah, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis para siswa pascagempa.

"Langkah yang kami lakukan saat ini adalah memberikan dukungan pemulihan psikologis kepada peserta didik agar mereka tidak terlalu takut menghadapi kemungkinan gempa susulan," ujar Marsel.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebutuhan darurat di posko pengungsian, termasuk tenda dan bantuan lainnya bagi warga terdampak.

Marsel menjelaskan, sejumlah korban gempa yang mengalami luka ringan maupun luka berat masih menjalani perawatan di puskesmas setempat. Sementara itu, pendataan kerusakan sekolah terus diperbarui seiring masuknya laporan dari berbagai wilayah.

Untuk menjamin keselamatan guru dan siswa, Dinas Pendidikan telah mengeluarkan surat edaran penghentian sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di seluruh sekolah terdampak.

"Kami sudah mengeluarkan edaran untuk menghentikan sementara proses KBM tatap muka demi keselamatan guru dan siswa, sekaligus mendukung pemulihan psikologis pascagempa," katanya.

Penghentian kegiatan belajar mengajar tersebut berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Dinas Pendidikan akan menerbitkan edaran baru apabila kondisi telah benar-benar aman dan kondusif untuk kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah.

"Jika situasi sudah benar-benar kondusif, maka kami akan mengeluarkan edaran baru terkait pelaksanaan KBM," tutup Marsel.

Editor : Danny Manu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut