Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perumda Pasar Kupang Ajak Pedagang Pasar Jaga Kebersihan Dukung Program Walikota Cristian Widodo
Advertisement . Scroll to see content

Sulap Pasar Kadelang Tempat Kuliner Nyaman, Nampira Ajak Camat Telmut, Perhubungan Kolaborasi

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:58 WIB
  • author Danny Manu
Sulap Pasar Kadelang Tempat Kuliner Nyaman, Nampira Ajak Camat Telmut, Perhubungan Kolaborasi
Kadis Perdagangan, Ridwan Nampira, Kadis Perhubungan, Sutio Ambao, Camat Telmut, Rahmad Mansari, saat persiapan launching Plasa Kuliner ( foto: Danny/ iNewsAlor. Id)

KALABAHI, iNewsAlor. id - Bangunan Mewah yang sempat terlihat kumuh karena tidak dirawat, kini disulap kembali tongkrongan mewah bagi warga yang akan menikmati kuliner di lokasi pasar Kadelang, kelurahan mutiara, kecamatan Teluk Mutiara. Kota Kalabahi. 

Kadis perdagangan Kabupaten Alor, Muhammad Ridwan Nampira, S. sos saat diantara launching Plasa Kuliner di areal pasar kadelang, sempat mengajak media berkeliling sambil berdiskusi terkait konsep yang sementara disiapkan dirinya. 

Melihat lokasi pasar yang strategis dengan pesona laut, membuat ide tentang pasar pariwisata terlintas dibenak, katanya dalam sebuah diskusi ringan bersama media. "Pasar tepi laut memiliki potensi pariwisata tinggi jika dikelola profesional, dan bisa jadi ikon kota" Ungkap Nampira. 

Bukan hanya slogan, ternyata kondisi pasar perlahan mulai dibenahi, disaksikan media teras depan pasar yang mulai sudah rapi ditata sehingga penjual tidak akan sembarang berjualan atau tidak asal menggelar barang dagangan di sembarang tempat. 

Terkait sampah, Nampira juga menjelaskan tentang sampah, dirinya mengatakan sebenarnya limbah sampah pasar kadelang sebenarnya sedikit, cuma yang membuat banyak adalah sampah warga sekitar. Sehingga dirinya mulai benahi dengan melakukan operasi sampah setiap hari pada waktu sore hari, serta penerapan kantong sampah. Dan ini sudah dimulai 1 minggu ini.katanya.

Sementara Penataan ruang  seprti memisahkan ikan basah, ikan kering/ayam, dan sayur-sayur, mulai diarahkan. serta pengaktifan area alun-alun dengan kafe untuk menarik pengunjung.

Pembukaan fungsi-fungsi baru kafe, area nongkrong, ditujukan untuk mengubah persepsi dari sekadar jual ikan/ayam menjadi ruang publik multifungsi.
Langkah selanjutnya, aktifkan kegiatan rutin dan event agar orang datang ramai dan meningkatkan belanja.Jelas Nampira. 

Sementara konsep tata ulang  lapak, dibangun di pojok kanan pasar, bekas tempat sampah itu untuk ikan kering/ayam. Dan ikan basah dipusatkan di sisi kiri dekat pos perhubungan.

Pedagang non pangan sepert, sarung, moko, gong, kue khas Alor diarahkan masuk ke satu bangunan dalam pasar untuk memudahkan pencarian produk khas.

Sayur-sayur ditempatkan di area belakang dan akan disambung lapaknya sampai pojok sehingga alur pengunjung jelas."Tujuan penataan memudahkan pengunjung menemukan produk khas sekaligus menjaga kebersihan dan keteraturan"

Mendukung konsep dimaksud, Nampira juga gandeng Camat Teluk Mutiara, Rahmad Mandarin, serta Kadis Perhubungan, Setio Ambao, dengan Alasan lokasi pasar tersebut bersentuhan langsung dengan warga Kecamatan Helmut, serta parkiran yang diurus oleh perhubungan. 

CAMAT TELUK MUTIARA, BANYAK ASET DI TELMUT YANG PERLU DIHIDUPKAN

Camat Teluk Mutiara, Rahmad Mansari, menyambut baik konsep dan ide cemerlang Nampira dan mendukung sepenuhnya. 

Dirinya juga segera melakukan sosialisasi dengan warga sekitar untuk. Mendukung program yang dimaksud, kreativitas dari Bapak Kadis Perdagangan dan tim sebagai respons positif dari kami pemerintah wilayah. Alasanya yang menikmati dampak adalah masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Sebagai pimpinan wilayah yang ada di tengah kota, Mansari juga singgung, banyak aset dan fasilitas pemerintah di Kecamatan Teluk Mutiara dapat dioptimalkan karena memiliki fungsi dan peran yang relevan.
Meskipun anggaran terbatas, Dirinya berharap Dinas Teknis bersikap kreatif sehingga muncul peluang efisiensi dan pembukaan sumber penerimaan baru, yang ada di wilayah Telmut. 

"Pemanfaatan fasilitas dapat menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menyediakan layanan dan ruang publik.Ke depan perlu pengaturan agar aset tersebut berfungsi maksimal untuk mendukung aktivitas ekonomi warga".tutup Mansari

KADiS PERHUBUNGAN PARKIR SISTEM BARCODE

Sementara Kadis Perhubungan, Auto Ambao yang hadir di sela selaaunching Plasa Kuliner Pasar Kadelang, menyambut baik program Perdagangan. Dirinya mengaku biar ada peningkatan PAD dari jasa parkir yang masih dikelolah Dinas Perhubungan. 

Justru Ambao juga minta agar kolaborasi ini berjalan sehingga fungsi utamanya yang memberikan pelayanan Terkait arus lalu lintas dan parkiran di kawasan pasar bisa dioptimalkan lebih baik lagi. 

"koordinasi lintas OPD akan difokuskan untuk membuat tata kelola parkir yang terpusat dan rapi". Sambung Ambao. 

Konsep teknis yang diusulkan meliputi gerbang tertutup satu pintu masuk/keluar, penggunaan barcode untuk mencatat masuk/keluar, dan koneksi ke sistem perbankan sehingga pembayaran tercatat.

Alasannya perlu dibenahi, beberapa lahan parkir yang seharusnya representatif saat ini sudah dipakai untuk lapak sehingga area parkir di dalam menjadi kacau.

Usulan penataan ini kata Ambao memusatkan parkir di area bawah yang ada, mengarahkan motor ke area bawah, serta menyiapkan lahan parkir yang representatif di depan lapak.katanya.

 

Editor: Danny Manu

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut