Kasus Ayah Bekap Anak hingga Tewas Dapat Atensi Pemda Manggarai Timur
BORONG, iNewsAlor.id– Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, NTT, memberikan atensi serius terhadap kasus yang menimpah seorang anak berusia tujuh tahun yang tewas dibekap oleh ayah kandungnya, YD, di Golo Lero, Lamba Leda Timur, Kamis (12/6/2026). Peristiwa pilu ini diduga kuat dipicu oleh depresi akibat masalah perceraian, di mana pelaku juga ditemukan tewas setelah mengakhiri hidupnya sendiri.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Ahmad Zacky Shodri, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis Puskesmas Lawir, korban anak dipastikan meninggal dunia akibat kekurangan oksigen secara mendadak. Pihak kepolisian menyimpulkan motif aksi nekat YD berlatar belakang tekanan psikologis berlapis karena proses perceraian dan pisah ranjang dengan istrinya, sebelum akhirnya ia membawa sang anak ke rumah orang tuanya di kampung halaman.
Merespons tragedi kemanusiaan tersebut, Kepala Dinas P2KBP3A Manggarai Timur, Kristiani Pranata Agas, menyatakan peristiwa ini merupakan luka mendalam sekaligus alarm keras bahwa KDRT dan beban psikologis yang tidak tertangani bisa berakibat fatal. Saat ini, pihak dinas berfokus penuh untuk memulihkan kondisi psikologis ibu korban dan memastikan lingkungan sekitar tidak mengalami trauma berkepanjangan.
Sementara penanganan klinis medis berada di bawah ranah Dinas Kesehatan, Dinas P2KBP3A kini berfokus pada aspek sosial-psikologis melalui empat strategi utama guna mencegah kasus serupa di masa depan:
Deteksi Dini di Level Keluarga: Mengoptimalkan edukasi pola asuh tanpa kekerasan (Positive Parenting) melalui kader BKB/BKR serta memaksimalkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Intervensi di Lingkungan Sekolah: Menjalankan program Goes To School untuk penguatan mental remaja dan memberdayakan Forum Anak Matim sebagai Peer Counselor (pelopor dan pelapor) untuk mendeteksi dini gejala depresi atau perundungan (bullying).
Pendampingan Psikologis Korban: Menyediakan psikolog klinis atau konselor untuk mendampingi keluarga terdekat korban dari trauma.
Sistem Layanan Pengaduan Cepat: Membuka dan menyosialisasikan kanal pengaduan masyarakat yang mudah diakses agar intervensi krisis psikologis dapat ditangani sedini mungkin sebelum korban mengambil jalan pintas yang fatal.
Editor : Iren Leleng