Cerita Korban Gempa Flores, Bersyukur Meski Hanya Terima 5 Mok Beras dan 2 Butir Telur
FLORES, iNews.id – Di tengah puing-puing rumah yang porak-poranda akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa hari lalu, warga terdampak masih berjuang bertahan hidup di pengungsian darurat.
Salah satu kisah pilu datang dari keluarga Risal Sorak, warga Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Bersama keluarga dan warga lainnya, Risal telah lima hari bertahan di posko pengungsian seadanya setelah rumah mereka rusak akibat gempa.
Saat siang hari, mereka harus menghadapi debu dari reruntuhan bangunan, sementara pada malam hari udara dingin menyelimuti tenda-tenda darurat yang menjadi tempat berlindung sementara.
"Yang kami butuhkan sekarang adalah tempat pengungsian yang aman dan makanan yang cukup. Selama beberapa hari sebelum bantuan datang, kami makan seadanya dan mengandalkan bantuan dari warga sekitar," ujar Risal.
Meski demikian, Risal mengaku bersyukur karena bantuan dari pemerintah akhirnya mulai diterima warga terdampak.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah atas kepeduliannya kepada kami yang menjadi korban gempa. Bantuan ini sangat berarti karena saat ini kami sangat membutuhkannya," katanya.
Risal menyebut bantuan yang diterimanya berupa lima mok beras, dua butir telur, satu bungkus mi instan, satu kaleng ikan sarden, dan satu plastik kopi.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terus menyalurkan bantuan darurat ke wilayah-wilayah terdampak gempa. Bantuan tahap pertama berupa beras, mi instan, dan telur telah didistribusikan ke sejumlah desa.
Camat Lamba Leda Timur Rikardus R Yasmin, mengatakan pihaknya telah menerima bantuan logistik dari pemerintah untuk disalurkan kepada warga di 18 desa.
"Hari ini kami menerima bantuan berupa 5 ton beras, mi instan, dan telur. Bantuan tersebut dibagikan kepada 18 desa di Kecamatan Lamba Leda Timur. Jaya per kecamatan 5 ton beras dan kebutuhan pokok lainnya," ujarnya.
Namun, karena jumlah desa terdampak cukup banyak, bantuan yang diterima masing-masing desa masih terbatas. Seorang aparat desa mengungkapkan bahwa setiap desa rata-rata menerima sekitar 200 kilogram beras.
"Di desa kami ada sekitar puluhan kepala keluarga yang terdampak. Jika dibagi, kemungkinan setiap keluarga menerima sekitar 2-3 kilogram beras, tiga butir telur, dan tiga bungkus mi instan," katanya.
Meski jumlah bantuan masih terbatas, warga berharap distribusi bantuan dapat terus berlanjut, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan dan penyediaan tempat pengungsian yang lebih layak bagi para korban yang kehilangan rumah akibat gempa.
Editor : Danny Manu