Viral Foto Konsumsi Miras di Faskes, Lima Pegawai Minta Maaf kepada Masyarakat
BORONG, iNewsAlor.id - Foto lima tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Lawir, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, yang diduga sedang mengonsumsi minuman beralkohol di dalam ruangan puskesmas viral di media sosial.
Kepala Puskesmas Lawir, Irvan Kresensia, kemudian menjelaskan kronologi hingga foto tersebut menjadi sorotan publik.
Irvan mengatakan, awalnya ia melihat foto tersebut melalui status WhatsApp salah satu tenaga kesehatan. Setelah melihat unggahan itu, ia mengambil tangkapan layar dan mengirimkannya ke grup WhatsApp internal puskesmas.
Dalam pesan tersebut, ia meminta tenaga kesehatan yang berada dalam foto untuk menghadap dirinya.
Tidak lama setelah tangkapan layar dibagikan di grup, salah satu tenaga kesehatan yang bersangkutan menghubungi Kepala Puskesmas melalui WhatsApp.
Kepada pimpinan, tenaga kesehatan tersebut menyampaikan bahwa foto yang beredar merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
Beberapa waktu kemudian, foto yang sama muncul di media sosial Facebook melalui akun anonim “Lonto Leok” dan menjadi perhatian publik.
Menurut Irvan, tenaga kesehatan yang bersangkutan kembali memberikan konfirmasi bahwa foto tersebut merupakan hasil editan AI.
Atas informasi tersebut, pihak Puskesmas Lawir kemudian melakukan klarifikasi awal pada 30 Oktober 2026. Dalam klarifikasi awal itu, keterangan yang disampaikan para tenaga kesehatan masih menyebut foto tersebut sebagai hasil rekayasa AI.
Namun, setelah foto tersebut menjadi sorotan publik, Kepala Puskesmas Lawir mengambil langkah untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Pada 2 November 2026, Irvan menerbitkan surat tugas untuk melakukan audit internal terhadap persoalan tersebut.
Audit dilakukan untuk mengklarifikasi sejumlah hal, termasuk keaslian dokumentasi, dugaan konsumsi minuman beralkohol di lingkungan puskesmas, peran masing-masing tenaga kesehatan yang berada dalam foto, serta kebenaran keterangan awal yang menyebut foto tersebut merupakan hasil rekayasa AI.
Dalam proses audit internal tersebut, kelima tenaga kesehatan akhirnya mengakui bahwa keterangan awal yang mereka sampaikan kepada pimpinan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
Mereka mengaku panik ketika foto tersebut menjadi sorotan sehingga memberikan keterangan yang keliru.
Atas kejadian tersebut, kelima tenaga kesehatan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan mengakui kesalahan atas keterangan yang sebelumnya mereka sampaikan.
Mereka juga menyatakan siap bertanggung jawab serta mengikuti proses pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Puskesmas Lawir selanjutnya akan menindaklanjuti hasil audit internal tersebut sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.
Editor: Danny Manu