Dua Lapak Sayur dan Bengkel di Ruteng NTT Ludes Terbakar, Seorang Lansia Tewas

Iren Leleng
Polisi Evakuasi jenazah korban kebakaran di Ruteng Manggarai, Foto: Iren Leleng

RUTENG, iNewsAlor.id  – Kebakaran hebat melanda kawasan Kumba, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (21/5/2026) pagi. Insiden ini menghanguskan dua unit lapak sayur dan sebuah bengkel motor, serta menewaskan seorang lansia.

Korban tewas diketahui bernama Melania Ganu (61), warga Wae Buka, Kelurahan Satar Tacik yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan pedagang.

Kasi Humas Polres Manggarai, AKP Gusti Putu Sabanugraha membenarkan peristiwa tersebut. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.00 WITA.

"Dua unit lapak penjualan sayur yang terbakar merupakan bangunan semi permanen. Sedangkan bangunan bengkel merupakan bangunan permanen," kata Ngura Saba, Kamis (21/5/2026).

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi Elisabet Jedaun. Saat itu, saksi mendengar teriakan histeris korban dari dalam lapak sekitar pukul 08.00 WITA.

Begitu saksi mendatangi lokasi, api sudah membesar dan menjalar ke seluruh bangunan lapak serta bengkel yang berada tepat di sampingnya. Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun tidak berhasil karena material bangunan yang mudah terbakar.

Mendapat informasi tersebut, personel Polres Manggarai bersama Unit Pemadam Kebakaran Pemda Manggarai langsung bergerak cepat ke lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan total sekitar pukul 08.30 WITA.

Nahas, saat petugas melakukan pengecekan di puing-puing bangunan, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam lapak dengan luka bakar 100 persen. Selain korban jiwa, satu kerangka sepeda motor dan sejumlah suku cadang di dalam bengkel juga ludes terbakar.

Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan saksi, kebakaran diduga kuat dipicu oleh sambaran api kompor. Korban diketahui menjual bensin eceran yang disimpan di dalam lapak berdekatan dengan area memasak.

"Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari sambaran api kompor yang mengenai bensin di sekitar lokasi memasak sehingga memicu kobaran api dengan cepat," ujar Kasi Humas.

Usai diidentifikasi di tempat kejadian perkara (TKP), jenazah korban dievakuasi ke RSUD Ruteng untuk pemeriksaan medis oleh dr. Maria Megilda Bosri sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Pernyataan tersebut diperkuat dengan surat pernyataan resmi yang dibuat oleh anak kandung korban.

Saat ini jenazah korban telah dibawa ke rumah duka di Wae Buka, Kelurahan Satar Tacik, untuk disemayamkan dan menunggu proses pemakaman.

Editor : Danny Manu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network