BPBD Catat 19.297 Rumah Hancur Dihantam Gempa M 7,7, Manggarai Timur Paling Banyak

Iren Leleng
BNPB catat total kerusakan rumah warga akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores (Foto: Iren Leleng)

KUPANG, iNewsAlor.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis sebanyak 19.297 rumah mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang pada Sabtu (15/8/2026). 

Jumlah tersebut berdasarkan data yang tercatat hingga Selasa (18/8/2026) pukul 09.00 WITA kemarin.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Mahadin Sibarani mengatakan, data kerusakan rumah tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil verifikasi di lapangan.

“Data kerusakan rumah ini merupakan hasil pendataan sementara dan masih dapat berubah sesuai hasil verifikasi di lapangan,” ujarnya, Selasa kemarin.

Kerusakan rumah tersebar di 8 kabupaten Berdasarkan data BPBD NTT, kerusakan rumah akibat gempa NTT tersebar di delapan kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Ngada, Nagekeo, dan Sumba Timur.

Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak, mulai dari rumah rusak ringan hingga berat. 

Berikut rincian data rumah rusak akibat gempa NTT di setiap wilayah: Manggarai Timur 7.480 unit Manggarai Barat 3.493 unit, terdiri dari 1.410 rumah rusak berat, 635 rusak sedang, dan 1.448 rusak ringan Manggarai 1.983 unit, terdiri dari 1.597 rumah rusak berat, 263 rusak sedang, dan 123 rusak ringan Nagekeo 2.862 unit, terdiri dari 1.373 rusak berat, 260 rusak sedang, dan 1.229 rusak ringan Ngada 2.296 unit, terdiri dari 698 rumah rusak berat, 465 rusak sedang, dan 1.133 rusak ringan Ende 951 unit, terdiri dari 285 rusak berat, 149 rusak sedang, dan 537 rusak ringan Sikka 227 unit, terdiri dari 158 rusak berat, 18 rusak sedang, dan 51 rusak ringan Sumba Timur lima unit, seluruhnya masuk kategori rusak ringan. 

Data kerusakan masih diperbarui Mahadin mengatakan, pendataan kerusakan menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. 

Pendataan tersebut diperlukan untuk menentukan kebutuhan bantuan, perbaikan rumah warga, serta pemulihan fasilitas pelayanan publik. BPBD NTT bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pemutakhiran data agar penanganan masyarakat terdampak gempa dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terdata dengan baik sehingga proses penanganan dan pemulihan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” tukas Mahadin. 

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. 

 

Editor : Danny Manu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network