Porak-Poranda! Ribuan Rumah Warga Flores Rusak Akibat Gempa M 7,7

Iren Leleng
BNPB catat total kerusakan rumah warga akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores (Foto: Istimewa)

FLORES, iNewsAlor.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ribuan rumah warga di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Kerusakan tersebar di tujuh kabupaten dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Pandjaitan, mengatakan hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak masih terus melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

Berdasarkan data sementara, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak. Tercatat sebanyak 761 unit rumah mengalami rusak berat, 76 unit rusak sedang, dan 147 unit rusak ringan.

Di Kabupaten Manggarai Barat, kerusakan mencapai 481 unit rumah rusak berat, 202 unit rusak sedang, dan 231 unit rusak ringan. Sementara itu, Kabupaten Ende mencatat 108 unit rumah rusak berat, 85 unit rusak sedang, dan 268 unit rusak ringan.

Untuk Kabupaten Nagekeo, terdapat 116 unit rumah rusak berat, 6 unit rusak sedang, dan 42 unit rusak ringan. Sedangkan di Kabupaten Sikka, sebanyak 145 unit rumah rusak berat, 16 unit rusak sedang, dan 12 unit rusak ringan.

Di Kabupaten Manggarai Timur, kerusakan meliputi 23 unit rumah rusak berat, 15 unit rusak sedang, dan 11 unit rusak ringan.

Sementara itu, Kabupaten Ngada mencatat total 1.796 unit rumah terdampak. Namun, BPBD setempat masih melakukan pendataan dan verifikasi lebih lanjut untuk menentukan kategori kerusakan masing-masing bangunan.

Selain permukiman warga, gempa kuat yang mengguncang Flores juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Fasilitas yang terdampak meliputi tempat ibadah, sekolah, fasilitas kesehatan, perkantoran pemerintah, hingga infrastruktur jalan yang menjadi akses utama masyarakat.

BNPB juga mencatat aktivitas gempa susulan masih berlangsung hingga saat ini. Per Minggu (17/8/2026), jumlah gempa susulan telah mencapai 1.576 kali, dengan gempa terbesar berkekuatan magnitudo 6,2.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 54 gempa susulan di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kondisi kegempaan masih fluktuatif dan belum menunjukkan pola peluruhan yang stabil.

BNPB memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Meski demikian, kondisi diperkirakan mulai berangsur stabil dalam dua hingga tiga minggu mendatang.

Pemerintah bersama BPBD, TNI, Polri, relawan, dan berbagai pihak terkait terus melakukan upaya tanggap darurat, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores.

Editor : Danny Manu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network