FLORES, iNewsAlor.id — Bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung menyerahkan puluhan ton bantuan logistik serta memperkuat penanganan medis dan psikososial di wilayah terdampak, Minggu (23/8/2026) sore.
Khofifah menegaskan, aksi tanggap bencana ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas masyarakat serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terhadap warga NTT.
“Ketika saudara kita mengalami ujian dan musibah, kami bergegas mengambil bagian untuk membantu. Semua jenis bantuan yang kami bawa ditargetkan sesuai kebutuhan riil warga di lapangan,” tegas Khofifah.
Bantuan seberat 65,5 ton yang diangkut menggunakan Kapal Dharma Rucitra VII sebelumnya telah bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo pada Sabtu (22/8/2026) dan disambut oleh Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto. Bantuan berisi bahan pangan, kebutuhan perempuan, balita, obat-obatan, hingga perlengkapan sanitasi tersebut disalurkan langsung ke dua lokasi utama:
Tak sekadar menyalurkan kebutuhan fisik, Pemprov Jatim telah menerjunkan tim penanganan bencana secara komprehensif dan bertahap sejak pertengahan Agustus.
17 Agustus 2026: Pasokan logistik permakanan dikirim dini hari, disusul kedatangan 7 dokter spesialis dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya ke RSUD Ben Mboi Ruteng pada pagi harinya.
Pendampingan Trauma Healing: Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) diterjunkan khusus untuk memulihkan trauma anak-anak, lansia, dan warga terdampak.
Untuk memastikan ketersediaan pangan merata, Khofifah memastikan Pemprov Jatim akan kembali mengirimkan pasokan beras tambahan pada Selasa (25/8/2026).
Selain penanganan di lokasi bencana, Pemprov Jatim juga menjamin perlindungan bagi para mahasiswa asal Manggarai dan wilayah NTT lainnya yang saat ini sedang menempuh studi di Jawa Timur.
“Untuk para mahasiswa asal Manggarai yang ada di Jatim, kami siap memberikan pendampingan dan dukungan penuh, sebagaimana yang biasa kami lakukan saat pandemi maupun bencana di daerah lain,” kata Khofifah.
Menutup keterangannya, Khofifah menyampaikan bahwa penanganan bencana tidak akan berhenti di masa tanggap darurat semata. Pemprov Jatim bersiap terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengawal tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Editor : Danny Manu
Artikel Terkait
