KALABAHI, iNewsAlor. id- Tudingan atas oknum pejabat Alor menipu kontraktor di pemberitaan media Jurnaltimor. id, viral. Link berita kembali di share ke medsos sehingga menimbulkan keresahaan akibat nama daerah yang terbawa. Yoan Djahari salah satu dari pejabat yang disebutkan namanya, angkat bicara.
Djahari yang ditemui media di Kalabahi terkait tudingan tersebut, jumat, (21/08) mengatakan informasi dan tudingan itu tidak benar, dan Malah berani memastikan bahwa apa yang dilakukan kintraktor yang berinisial OM itu sengaja berbuat hal demikian untuk mengancam mereka untuk memberikan pekerjaan tahun ini, maksudnya 2026 pada dirinya.
Lanjut Djahari, mengenal OM ini adalah kontraktor, dan memastikan kualitas OM sebagai kontraktor yang buruk, alasannya semua pekerjaan yang dikerjakan bermasalah dan tindak pernah tuntas. Sehingga apa yang dilakukan OM adalah sebuah ancaman buat mereka.
Ditanya terkait bukti yang disiapkan OM sehingga akan buka bukaan atas apa yang dituduhkannya, Djahari meminta OM untuk silahkan membuktikannya, malah Djahari mengatakan terkait kasus inipun mereka juga pernah diperiksa APH.
Lanjut Djahari, apa yang dikatan OM lewat pernyataannya di media, itu sepihak dan tidak benar, katanya diming imingi dan peminjaman untuk pekerjaan tahun ini. Jadi sy lucu pernyataannya. Katanya.
Djahari juga sempat memebeberkan kalau OM ini ada ikut tender pekerjaan di tahun 2026 ini, cuma pakai perusahaan lain. Pekerjaan yang dimaksudkan djahari adalah yaitu Rumah sakit, dimana rumah sakit yang ditenderkan kali ini, yang sempat dikerjakan OM namun tidak mampu diselesaikannya sehingga di PHK.
"Dia saja tidak bertanggungjawab untuk menyelesaikan pekerjaan Rumah Sakit Bergerak (RSB) Mola ditahun sebelumnya tahun anggaran 2025 kok"
Terkait informasi ini, Djahari yang adalah Kabag ULP Setda Alor itu, mengatakan agar kontraktor tersebut silahkan membuktikan, termasuk jika dilaporkan ke APH, itu adalah jalan terbaik untuk membuktikan agar publik tahu, karena akibat informasi ini nama dirinya telah tercemar.
Djahari menegaskan, mereka sangat mencintai daerah ini sehingga bekerja dengan penuh tanggungnjawab dan tidak mau melakukan hal-hal rendah seperti itu. "Saya ini sudah berulang mendapat tudingan seperti ini. Kami juga tengah berpikir untuk melaporkannya karena sudah merusak nama baik saya dan teman-teman," tandas Djahari.
Sebelumnya pemberitaan Media Jurnaltimor.id yang mewartakan tentang seorang kontraktor asal Kota Kupang, OM mengaku menjadi korban dugaan penipuan setelah dijanjikan paket proyek APBD 2026. Akibat janji tersebut, OM mengaku telah menyerahkan uang hingga Rp600 juta kepada sejumlah orang yang disebutnya sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor.
OM sendiri sempat dihubungi melalui whatsapp, jumat (21/08) terkait hal tersebut, dirinya meminta untuk mengutip pernyataan dirinya yang ada di media Jurnaltimor.id.
"Saya tidak bisa memberikan keterangan tambahan lagi semuanya sesuai dengan apa yang om dong baca di media Jurnaltimor"
OM juga mengatakan, apa yang disampaikan lewat media tersebut dirinya masih menunggu respon dari pihak yang disebutkan. Namun dirinya membuka diri untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, tetapi jika tidak direspon maka dirinya akan siap buka-bukaan. Menurut OM, dirinya memiliki bukti seperti yang disampaikan atau yang sudah ditulis media jurnaltimor.
Editor : Danny Manu
Artikel Terkait
