LIVERPOOL, iNewsAlor.id — Arsenal menorehkan catatan sejarah memalukan bagi Liverpool usai meraih kemenangan tipis 1-0 dalam lanjutan Liga Inggris 2026-2027 di Stadion Anfield, Minggu (1/11/2026). The Gunners tidak hanya sukses mengamankan tiga poin penuh di kandang lawan, tetapi juga berhasil membuat lini serang tuan rumah lumpuh total tanpa mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit pertandingan.
Kemenangan gemilang skuad asuhan Mikel Arteta dipastikan lewat gol tunggal yang dicetak oleh Kai Havertz pada menit ke-16. Memanfaatkan umpan berbahaya dari Declan Rice yang melintasi depan gawang, Havertz dengan tenang menyelesaikannya di tiang jauh untuk membawa tim tamu memimpin.
Meski tertinggal, Liverpool mencoba meningkatkan intensitas serangan dan mendominasi jalannya laga. Sepanjang pertandingan, The Reds sebenarnya melepaskan total 17 kali tembakan. Kendati demikian, organisasi pertahanan Arsenal tampil begitu disiplin dan rapat. Berdasarkan data The xG Philosophy, Arsenal bahkan mencatatkan angka 0,00 untuk expected goals on target (xGOT) lawan, yang menjadi rekor terendah bagi tim tamu saat bertandang ke Anfield di era Premier League.
Sejumlah peluang yang diciptakan Liverpool melalui aksi Virgil van Dijk hingga eksekusi tendangan bebas Florian Wirtz yang sempat membentur mistar gawang gagal membuahkan hasil. Di sisi lain, Arsenal juga beberapa kali mengancam lewat aksi Christos Tzolis, meski kiper Liverpool Alisson Becker mampu melakukan penyelamatan gemilang. Masuknya pemain pengganti seperti Myles Lewis-Skelly di penghujung laga turut membantu The Gunners mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini terasa sangat istimewa karena mengakhiri penantian panjang 14 tahun lamanya bagi Arsenal untuk bisa menaklukkan Liverpool di Anfield dalam ajang Premier League, setelah terakhir kali merasakannya pada tahun 2012 silam. Tambahan tiga poin mengukuhkan posisi Arsenal di puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 24 poin, unggul tiga angka dari Manchester City di peringkat kedua.
Pekerjaan Rumah Besar bagi Pelatih Liverpool
Di sisi lain, kekalahan ini membuka lebar persoalan pelik yang tengah melanda skuad asuhan Andoni Iraola. Kendati mampu membangun tekanan di area pertahanan lawan, efektivitas dan kreativitas lini depan The Reds dinilai masih jauh dari harapan.
Berdasarkan statistik musim 2026-2027, Liverpool baru mencatatkan 13,3 expected goals (xG) dan hanya menciptakan 12 peluang besar di Premier League. Masalah ketajaman ini semakin diperparah dengan belum maksimalnya kontribusi rekrutan anyar seperti Florian Wirtz dan Bradley Barcola, sementara penyerang andalan Alexander Isak kerap kekurangan suplai bola matang.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Andoni Iraola. Jika masalah penyelesaian akhir dan minimnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan tidak segera dibenahi, Liverpool dipastikan bakal semakin tertinggal dalam persaingan ketat perebutan gelar juara Liga Inggris musim ini.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
