BMKG Catat Gempa Susulan Flores Capai 3.422 Kali
FLORES, iNewsAlor.id– Aktivitas gempa bumi susulan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.422 gempa bumi susulan hingga Kamis (20/8/2026) pukul 06.00 WITA.
Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2. Sementara itu, sebanyak 26 gempa memiliki magnitudo di atas 5 dan 99 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Gempa terbaru terjadi pada Kamis (20/8/2026) pukul 06.45 WITA dengan magnitudo yang diperbarui menjadi 5,6.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 8,35 derajat Lintang Selatan dan 120,63 derajat Bujur Timur. Gempa tersebut terjadi di darat, sekitar 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG memastikan gempa M5,6 tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Sikka. Warga merasakan getaran cukup nyata di dalam rumah, dengan guncangan yang diibaratkan seperti truk sedang melintas.
BMKG menyebut gempa M5,6 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WITA.
Sejak gempa utama terjadi, aktivitas gempa susulan terus tercatat hingga mencapai 3.422 kejadian. BMKG mencatat magnitudo terbesar dalam rangkaian susulan tersebut mencapai M6,2.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas gempa di Flores.
Editor : Danny Manu