Aparat Bergerak Usut Dugaan Setoran Proyek Miliaran Rupiah yang Guncang Alor
Nur Azhari menambahkan, hingga saat ini kepolisian belum mengantongi bukti fisik konkret yang memperkuat tuduhan OM terhadap para pejabat tersebut terkait janji proyek tahun anggaran 2026. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak kepolisian sangat terbuka dan akan terus mendalami proses pulbaket ini.
"Prosesnya terus berjalan. Kami juga membuka pintu bagi masing-masing pihak yang merasa dirugikan untuk membuat laporan resmi. Apabila para pejabat yang namanya diseret merasa dicemarkan nama baiknya, silakan melaporkan," tegasnya.
Dugaan skandal ini pertama kali menyedot perhatian setelah dipublikasikan oleh media Jurnaltimor.id. Dalam laporan tersebut, OM mengaku gigit jari lantaran proyek bernilai ratusan juta rupiah yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, padahal ia mengklaim telah menggelontorkan uang pelicin.
Saat dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026), OM enggan memberi banyak komentar tambahan dan meminta agar publik merujuk pada keterangan resminya yang sudah beredar.
"Saya tidak bisa memberikan keterangan tambahan lagi. Semuanya sesuai dengan apa yang dibaca di media," tutur OM.
Kendati begitu, OM mengisyaratkan masih membuka pintu iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan pihak-pihak terkait. Namun, ia juga menegaskan tak segan untuk membongkar seluruh bukti yang diklaimnya tersimpan rapi jika respons yang diharapkan tak kunjung datang.
Editor : Danny Manu