KALABAHI,iNewsAlor.id-Menjadi nara sumber di Pendidikan Poltik (Dikpol) yang diselenggarakan DPC Partai Gerindra Kabupaten Alor, Kepala Badan Kesbangpol setempat, Mesak Blegur, S.PI menyebutkan bahwa kader partai yang dipromosi ke jabatan legislatif atau eksekutif harus memiliki kualitas moral, berintegritas memiliki kemampuan intelektual.
Mesak Blegur dalam sambutan pendidikan politik yang dilakukan Partai Gerindra kepada pengurus, kader dan simpatisannya mengatakan, pendidikan politik menjadi tanggungjawab Pemda dan Parpol, tetapi selama ini Pemda belum optimal dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat karena ada keterbatasan. Karena itu pemerintah bersyukur jika ada partai yang melaksanakannya.
"Terimakasih kepada Parpol dalam hal ini Partai Gerindra yang sudah melakukan peran aktif untuk pendidikan politik," ungkap Blegur dalam sambutan sebelum membuka pendidikan politik yang dihadiri ratusan kader, pengurus dan simpatusan di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Alor,, Rabu (31/12/2025).
Menurut Blegur, ada 3 hal yang menjadi tujuan dilakukan pendidikan politik seperti ini yakni tidak hanya sebagai wadah silaturahmi antara sesama anggota partai, tetapi ini kesempatan anggota partai dapat bertukar informasi antara kader partai baik di kabupaten, provinsi dan pusat. Hal penting lainnya untuk meningkatkan wawasan. Hal berikutnya, adalah melalui pendidikan politik anggota partai melakukan konsolidasi atau membangun kekuatan dan solidaritas. Hal ini menumbuhkan semangat kader partai.
Selanjutnya demikian Blegur, melalui kesempatan ini sebagai sarana untuk menyiapkan kader partai baik di legislatif dan eksekutif. "Gerindra saat ini untuk legislatif ada 4 kader dan menjadi pemenang kedua pemilu. Untuk provinsi ada Pak Boli mewakili Dapil 6 dengan suara cukup signifikan. Untuk pusat belum ada kader dari Alor, ini jadi pergumumalan agar kita ada Wakil di DPR RI agar aspirasi bisa tersalurkan. Kemudian juga berpikir tentang eksekutif," ujar Blegur.
Usai sambutan dan membuka kegiatan pendidikan politik, Blegur dan Boli dalam pemaparan materinya sungguh mencerahkan, dengan penjelasan sederhana namun mudah dipahami peserta yang hadir. Blegur dalam materinya menjelaskan arti dari Parpol diatur dalam pasal 1 UU No.2 tahun 2011 yakni orang yang punya cita-cita memperjuangkan dan membela kepentingan anggota masyarakat dan negara serta memelihara Negara Kesatuan RI. Parpol, tegas Mesakh, tidak bisa pentingkan diri sendiri ataupun kelompok.
Keberadaan Parpol juga untuk memajukan kesejahteraan nasional, menjaga dan memelihara keutuhan bangsa dan negara, selain itu mengembangkan kehidupan demokrasi. Parpol merupakan saluran aspirasi. Parpol juga adalah sarana bagi kader dipersiapkan untuk menjadi eksekutif dan legislatif. Omong kesejahteraan rakyat berhubungan dengan jembatan, jalan, air bersih, pendidikan. Kita di Alor ada persoalan stunting, pendidikan dan kesehatan itu menjadi arah perjuangkan parpol," kata Blegur.
Parpol juga memiliki tujuan sebagai sarana pendidikan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga untuk menggunakan hak pemilih. Pentingnya pendidikan politik sebagai sarana rekruitmen kepemimpinan, yakni Partai menseleksi kadernya untuk siap bersaing dalam konstelasi politik, misalnya mau maju Bupati dan Wabup itu lewat parpol. Parpol yang melahirkan pemimpin yang berintegrasi, memperjuangkan kepentingan rakyat, kader yang memahami masalah yang ada di masyarakat dan menjunjung demokrasi "dalam konteks pemilu dan pilkada kualitas calon yang diajukan partai harus berkualitas baik SDM, Moral, dan intelektual," jelas Blegur.
Pada kesempatan tersebut juga, Blegur menyinggung tentang tujuan parpol untuk meningkatkan partisipasi. Melalui partisipasi politik yang tinggi menunjukan kualitas demokrasi kita. Untuk Kabupaten Alor tingkat partisipasi dalam pemilu mencapai 78 persen yang ikut memilih dan 22 persen tdak ikut memilih. Dari data ini maka tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Alor paling tinggi di NTT.
Sementara itu Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Gerindra, Soleman Boli Goramgmau dalam penyampaian materinya mengungkapkan seorang kader Parpol harus memiliki ideologi, dan kader harus memiliki katakter yang benar dalam berpikir dan berbuat. Kenapa harus memiliki ideologi, jelas Boli, karena ideologi menjadi kompas atau arah tujuan, dan tanpa ideologi kuat partai akan mengalami kehilangan jati diri. Ideologi bukan slogan tetapi nilai yang hidup.dan nyata. Ideologi partai seorang kader tdak boleh menyimpang. Sedangkan karakter, ungkap Boli, hidup kita harus meneguhkan, kerjasama, dan disini peran kader harus meluruskan kesalahpahaman jangan hadir sebagai perpecahan tetapi hadir untuk membawa kebaikan, membawa damai itu adalah kader yang lihat ke ke depan atau visioner. Seorang kader memiliki ciri, sebut Boli, bermoral dan jujur, tangguh dan intelektual sekalipun dalam tekanan politik.
Selain menjelaskan tentang ideologi dan karakter seorang Kader, Boli ketika itu menjelaskan tentang bidang kerja atau tugasnya di Komisi 4 DPRD Provinsi NTT. Komisi ini urus sejumlah bidang termasuk infrastruktur dan kelistrikan. "awal saya tugas di DPRD Provinsi di Komisi 4 saya cek apakah ada alokasi anggaran untuk jalan provinsi di Alor. Ternyata tidak.ada. Saya kemudian bangun komunikasi dengan Gubernur dan Wabup akhirnya dialokasikan untuk tahun 2025 dan Alor dapat Rp8 Miliar untuk jalan Kalabahi-Kokar dan Mola-Mataraben. Tahun 2026 ini belum ada, dan nanti kita cek untuk memperjuangkannya. Tahun 2026 jika ada kita prioritas di jalan Provinsi di Pantar.
Boli pada kesempatan itu menambahkan, sejak berdiri Gerindra hingga kini tetap dipercaya, dan saat ini Ketua Umum Partai Gerindra Bapak Prabowo dipercayakan masyarakat sebagai Presiden RI. Boli melanjutkan, sebagai kader Partai dirinya melakukan hal-hal kecil yang dapat membantu masyarakat, dan baginya biarlah mereka yang lain yang membuat hal yang besar. "Saya saat ini tengah membuat hal kecil berupa rumah sehat singgah Alor di Kupang. Jika ada keluarga yang sakit di Alor dibawah ke Kupang dapat memanfaatkan. Semuanya gratis menginap di rumah singgah Alor di Kupang. Ini tugas saya sebagai bagian dari pengabdian saya buka rumah sehat singgah Alor di Kupang untuk misi kemanusiaan. Saya juga membangun kemitraan dengan Pak Paul Liyanto pemilik UCB atau Anggota DPD RI, juga dengan Pak Frans Go, dan seorang teman lagi. Saya urus sejumkah anak Alor bisa sekolah dan kuliah, dapat beasiswa, ada yang kuliah hingga ke luar negeri dan ada yang sudah bekerja," ungkap Boli.
Boli menambahkan kita harus cipta kader, dan berjalan sesuai anak tangga, dari kader ke fungsionaris. Tahapan ini sudah menjadi bagian pengambilbagian keputusan, dan selanjutnya siap menjadi pemimpin. Kader yang melalui anak tangga adalah.kader yang matang, militan, dan tangguh serta siap ditempa di medan mana pun juga," Boli menandaskan penuh motivasi.
Editor : Danny Manu
Artikel Terkait
