Ratusan Petani dan PPL di Alor Hadir, Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan

Moris Weni
Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor Harun Rasid Miran, SP, Pejabat dari Kodim 1622 Alor dan Polres Alor bersama petani dan PPL serius mengikuti zoom meeting pengumuman swasembada pangan. FOTO:MORISWENI/iNewsAlor.id

KALABAHI,iNewsAlor.id - Ratusan Petani dari berbagai Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian Lapangan di Kabupaten Alor menghadiri  syukuran panen raya yang disatukan dengan pengumuman swasembada pangan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Para petani dan PPL asal Nusa Kenari ini menghadiri syukuran panen raya dan pengumuman swasembada yang dihadiri sebagin besar anggota kabinet merah putih itu  melalui zoom meeting, Rabu 907/01/2026).
  
Pengumuman ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Republik Indonesia karena sudah tak lagi mengimpor beras dari luar negeri karena berhasil mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Pengumuman dilakukan secara langsung oleh Presiden RI karena Indonesia di masa pemerintahan Parbowo memecahkan rekor dengan hanya membutuhkan waktu 1 tahun menyetop impor beras pada tahun 2025. Capaian swasembada pangan ini lebih cepat dari waktu yang ditargetkan berkat kerja keras Kementrian Pertanian Amran Sulaiman berserta jajaran pertanian hingga PPL dan kerja keras petani di tanah air.  

Disaksikan media ini di Kantor Penyuluh Pertanian Lapangan di Desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, para petani dan PPL sudah hadir lebih dini dari acara yang baru berlangung Pukul 09.00 Wita.  Baik petani maupun PPL antusias menghadiri syukuran panen raya dan pengumuman swasembada pangan karena, karena capaian ini merupakan bagian dari kerja keras PPL dan para petani di Indonesia termasuk di Kabupaten Alor.  

Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Alor Ponsiano Koreia kepada media ini usai mengikuti zoom meeting menyambut baik komitmen yang begitu kuat dari Presiden Republik Indonesia melalui kerja keras Kementrian Pertanian dan jajarannya sehingga kita berhasil mencapai swasembada pangan pada Tahun 2025, dan hari ini resmi diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto.  
Capai swasembada pangan yang kita raih ini demikian Koreia, merupakan kerja keras berbagai pihak dibawah koordinasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan jajarannya, termasuk kami dari unsur penyuluh.  

Secara nasional benar kita sudah mencapai swasembada pangan sehingga tidak lagi mengimpor beras tetapi secara khusus kita di Kabupaten Alor kata Koreia kita juga harus memiliki komitmen yang didudukung kerja sama semua pihak sehingga di daerah ini juga bisa mencapai swasembada pangan, artinya tidak lagi mengimpor beras dari luar Alor.

Menurut dia, supaya di Alor juga kita bisa mencapai swasembada pangan maka PPL harus memperkuat pendampingan terhadap para petani. Alasannya menurut Koreia diatas 80-an persen petani kita memiliki sumber daya manusia yang terbatas sehingga pendampingan penyuluh secara ketat menjadi sesuatu yang mutlak.   

Di Alor jelas Koreia, hanya sekitar 1 persen lahan kita berada di tanah rata, sisanya itu berbukit-bukti, oleh karena itu tentu di lahan-lahan rata ini penyuluh perlu menyampaikan kepada petani agar tidak alih fungsi lahan, agar target swasembada pangan bisa kita capai. 

Dikatakannya, salah satu yang bisa kita kerjakan untuk mencapai swasembada pangan itu adalah petani mileneal harus kita persiapkan. Yang muda-muda harus kita ajak agar bagaimana bisa mendukung pertanian, karena sebagian besar petani kita di Alor berada diatas 45 tahun.  Karena itu tugas penyuluh yang utama adalah ajak petani pemula yang berasal dari usia muda untuk masuk kebun atau sawah. 

Untuk alat-alat pertanian di Alor, kata Korei, sejak Rasyit Miran memimpin Dinas Pertanian dan Perkebunan petani kita sebagian besar sudah memiliki alat pertanian, sisanya  tetapi menjadi pekerjaan rumah, dan Pak Rasyit memiliki akses untuk mendatangkan alat-alat pertanian bagi para petani kita. 

“Sekarang bagaimana peran penyuluh mendekatkan diri dengan petani memanfaatkan alat-alat pertanian yang ada sehingga bisa meningkatkan produksi, pendapatan meningkat dan otomatis kesejahteraan juga ikut meningkat,” sebutnya.  

Koreia menyampaikan terimakasih kepada Menteri Pertanian yang sejak awal Januari 2026, kesejahteraan penyuluh sudah dialihkan ke pusat melalui Kementrian Pertanin yang secara otomatis tingkat kesejahteraan penyuluh menjadi lebih baik dari sebelumnya (diatur pemda).  

Jadi, penyuluh itu ke depan ada tunjangan kinerja dari sebelumnya tidak ada.  Karena baru memulai bulan ini sehingga bulan berikut baru bisa dibayar tunjangan kinerja berdasarkan kinerja penyuluh mendamping petani, dimana 20 persen dari daftar hadir dan penilaian kinerjanya mencapai 80 persen. 

Dia mengaku jumlah penyuluh di Alor mencapai 105 orang, semuanya sudah dialihkan kesejahteraannya ke kementrian pertanian.  Tingga beberapa penyuluh saja tetapi sudah dilakukan proses dan menunggu waktu saja untuk disesuaikan statusnya dengan penyuluh lain yang sudah menikmati kesejahteraan melalui Kementrian Pertanian. 

“Selaku Ketua Tim Kerja Penyuluh di Alor, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Kementrian Pertanian yang sudah memberia perhatian penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di Indonesia. Kami ada di satu komando dari kementrian untuk meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Alor,” ujar Koreia.  

Secara terpisah salah seorang petani dari kelompok tani Amal Desa Mebung, Kaleb Alamani mengatakan, setelah mengikuti pidato Menteri Pertanian dan Presiden RI, sangat menyejukan hati karena harga pupuk juga sudah dikendalikan sehingga sudah turun, tidak mahal seperti sebelumnya.  

Bibit juga menurut Kaleb, sudah disiapkan pemerintah. Hanya saja tolong beri perhatian kepada kelompok tani di daerah ini yang belum dilengkapi dengan alat pertanian. Karena dengan bantuan alat pertanian, kami petani bisa bekerja lebih kuat untuk meningkatkan produksi pertanian, karena tidak lagi menggunakan tenaga manusia.  

Dia mengaku alat pertanian yang paling cocok di sebagian besar lahan pertanian di wilayahnya adalah kultivator, yang bisa beroperasi di lahan pertanian yang rata tanahnya dan tanah miring juga bisa.  

Menurut dia,  untuk mencapai swasembada pangan di Kabupaten Alor maka para petani harus difasilitasi dengan alat-alat pertanian yang memadai, termasuk pupuk dan alat semprot pertanian yang mendukung kerja-kerja petani.

Editor : Danny Manu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network