KALABAHI,iNewsAlor.id-Dua nelayan asal Desa Paga, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur dilaporkan hilang saat melaut di perairan laut Sikka satu pekan silam. Anwar Maksud (36) dan Norisius Sapa terbawa gelombang selama tujuh hari di tengah kondisi laut dengan cuaca yang buruk. Selama tujuh hari dua nelayan itu mengobati rasa lapar dengan mengkonsumsi air hujan. Dalam keadaan selamat, mereka ditemukan warga Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, Sabtu (31/01/2026).
Dua Nelayan asal Kabupaten Sikka ditemukan selamat di perairan laut Alor di Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan. Kedua nelayan ini hanyut terbawa gelombang selama 7 hari atau selama satu minggu di tengah perairan laut luas dalam kondisi cuaca yang buruk. Mereka adalah Anwar Maksud (36) dan Norisius Sapa (30).
Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH setelah mendapatkan laporan mengenai ditemukannya dua nelayan dalam keadaan selamat setelah tujuh hari dilaporkan hanyut dan hanya bertahan hidup dengan minum air hujan gerak cepat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Bupati Sikka.
Hasil Koordinasi antara Wakil Bupati Alor dan Bupati Sikka dilaporkan Kepala Satlak BPBD Kabupaten Alor Obeth Bolang, S.Sos, M.AP bahwa pemerintah Kabupaten Alor melalui BPBD segera mengirim kendaraan di Kiraman untuk menjemput kedua nelayan asal Sikka.
“BPBD segera menjemput dua nelayan asal Sikka yang ditemukan warga Kiraman untuk dibawa ke Kalabahi dan dilakukan perawatan di rumah sakit. Pak Wakil Bupati Alor sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Sikka, hasilnya kedua nelayan ini akan dijemput pemerintah Kabupaten Sikka untuk dibawa ke kampung halaman mereka,” sebut Bolang yang saat ini menjabat Pj. Sekda Kabupaten Alor.
Kapolres Alor, AKBP. Nur Azhari, SH, Sabtu (31/01/2026) menjelaskan kronologis kejadian tersebut hingga ditemukan kedua nelayan itu, Minggu 25 Januari 2026 sekitar Pukul 15.00 Wita, dimana kedua nelayan ini dilaporkan keluar dari rumah mereka di Paga, Kabupaten Sikka dengan tujuan melaut melihat rompong.
Keduanya menggunakan bodi jolor mesin disel menuju romping dengan jarak tempuh 2 jam perjalanan dari bibir pantai.
Tiba di rompo demikian Azhari, mereka pancing dan mendapatkan ikan sekitar 10 ekor. Kemudian mereka hendak membunyikan mesin perahu, tetapi tiba-tiba baling-baling patah, mesin tidak bisa hidup sehingga akhirnya mereka hanyut terbawa gelombang.
Dua nelayan ini dikabarkan hanyut selama 7 hari di atas bodi. Selama hanyut di laut, keduanya bertahan awal dengan makan ikan hasil pancing ketika di rompong dan selanjutnya tidak makan apapun hanya minum air hujan hingga bertahan selama 1 minggu.
Alhamdulilah, Sabtu 31 Januari 2026 sekitar Pukul 14.00 Wita mereka mendekati darat di Pantai Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor.
Editor : Danny Manu
Artikel Terkait
