RUTENG, iNews.id – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang pelajar SMP dilaporkan hilang tenggelam saat berenang di destinasi wisata alam Tiwu Pai, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Minggu (11/1/2026) pagi.
Korban yang merupakan siswa SMP St. Fransiskus Ruteng tersebut hingga kini belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian di titik lokasi kejadian.
Peristiwa nahas ini bermula ketika korban bersama sembilan rekannya tiba di Desa Wontong sekitar pukul 10.00 WITA. Mereka mendatangi Irenus Andar, pengelola Tiwu Pai, dengan maksud berwisata.
Padahal, pihak pengelola secara tegas telah mengumumkan bahwa destinasi tersebut ditutup sementara sejak 5 Januari 2026 karena alasan keamanan. Namun, rombongan siswa ini terus memohon agar diizinkan masuk dengan alasan hanya ingin melihat pemandangan dan berswafoto.
"Karena merasa kasihan, pengelola akhirnya mengizinkan mereka masuk. Namun mereka justru melanggar komitmen awal. Setibanya di tepi air, mereka malah berganti pakaian dan langsung menceburkan diri untuk mandi," ujar Kapolsek Reo, IPDA Joko Sugiarto, Minggu (11/1/2026).
Hanya berselang lima menit setelah menceburkan diri, kegembiraan berubah menjadi petaka. Tepat pukul 10.35 WITA, rekan-rekan korban berteriak histeris saat melihat korban mulai tenggelam dan terseret arus bawah air.
Mendengar teriakan tersebut, Irenus Andar langsung berlari menuju lokasi dan melakukan aksi heroik dengan menyelam secara manual untuk mencari korban. Sayangnya, meski telah berupaya keras menyisir dasar air, tubuh korban tidak berhasil ditemukan.
Kapolsek Reo memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mempercepat proses evakuasi. Mengingat medan dan kedalaman air, bantuan dari tenaga profesional sangat dibutuhkan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Tim SAR dari Labuan Bajo. Mereka dijadwalkan tiba di Reo Barat malam ini dan operasi penyisiran besar-besaran akan dimulai besok pagi, Senin (12/1/2026)," pungkas IPDA Joko.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk mencegah adanya pengunjung lain yang nekat mendekat. Warga sekitar pun dihimbau untuk selalu mematuhi aturan pengelola wisata demi menghindari terulangnya tragedi serupa.
Editor : Danny Manu
Artikel Terkait
