BORONG, iNewsAlor.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga kini baru dimanfaatkan oleh 12.278 siswa.
Di wilayah tersebut, tercatat terdapat 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur mandiri yang telah dibangun. Selain itu, sebanyak 22 dapur MBG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) masih dalam tahap pembangunan dan pelengkapan administrasi.
Dari 10 SPPG yang telah dibangun, hanya lima unit yang sempat beroperasi. Namun, dalam perjalanannya, tiga unit dihentikan sementara akibat kendala pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sementara unit lainnya belum beroperasi optimal karena proses peralihan yayasan sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator wilayah SPPI Manggarai Timur, Damianus Devister Ramang, menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan untuk memastikan fasilitas memenuhi standar yang ditetapkan.
“SPPG yang sempat beroperasi ada lima unit. Namun, tiga di antaranya diberhentikan sementara untuk perbaikan IPAL. Untuk fasilitas peralatan memasak, semuanya sudah terpenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, BGN tidak memaksakan seluruh unit untuk langsung beroperasi, melainkan melakukan evaluasi dan pembenahan secara bertahap terhadap berbagai kekurangan di lapangan.
“Seiring operasional berjalan, kami terus melakukan pembenahan agar memenuhi standar yang ditentukan. SPPG ini merupakan tahap awal implementasi program MBG di Manggarai Timur,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejumlah SPPG sebenarnya telah dibangun dan sebagian sempat mulai beroperasi, namun belum berjalan optimal akibat kendala administratif. Di antaranya pergantian yayasan pengelola serta belum terdaftarnya beberapa unit dalam portal mitra BGN.
Menurutnya, penyelesaian berbagai kendala tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui BGN.
Sementara itu, dapur MBG di wilayah 3T hingga kini belum beroperasi karena masih dalam tahap pembangunan serta penyelesaian administrasi.
Secara keseluruhan, pelaksanaan program MBG di Manggarai Timur masih menghadapi tantangan, baik dari sisi infrastruktur maupun tata kelola, sehingga memerlukan pembenahan agar dapat berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Editor : Danny Manu
Artikel Terkait
