Aparat Bergerak Usut Dugaan Setoran Proyek Miliaran Rupiah yang Guncang Alor

Danny Manu
Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari SH ( foto : Danny/iNews Alor. Id)

KALABAHI, iNewsAlor.id - Jagat publik Kabupaten Alor mendadak dihebohkan oleh pengakuan seorang kontraktor asal Kota Kupang berinisial OM. Ia mengklaim telah menyerahkan uang hingga Rp600 juta kepada sejumlah pihak yang diduga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Alor demi mendapatkan janji paket proyek APBD 2026.

Menanggapi isu panas tersebut, jajaran Satuan Reskrim Polres Alor melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bergerak cepat melakukan proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus ini terus berjalan. Setelah memanggil empat pejabat untuk dimintai keterangannya di Kalabahi, tim penyidik juga sudah meluncur ke Kupang untuk mewawancarai OM secara langsung.

"Kami sudah menemui OM di Kupang untuk meminta keterangan awal. Namun dari hasil pulbaket tersebut, informasi yang disampaikan OM masih terbilang sumir," ujar Nur Azhari saat ditemui di Mapolres Alor, Rabu (2/9/2026).

Nur Azhari menambahkan, hingga saat ini kepolisian belum mengantongi bukti fisik konkret yang memperkuat tuduhan OM terhadap para pejabat tersebut terkait janji proyek tahun anggaran 2026. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak kepolisian sangat terbuka dan akan terus mendalami proses pulbaket ini.

"Prosesnya terus berjalan. Kami juga membuka pintu bagi masing-masing pihak yang merasa dirugikan untuk membuat laporan resmi. Apabila para pejabat yang namanya diseret merasa dicemarkan nama baiknya, silakan melaporkan," tegasnya.

Awal Mula Pengakuan Kontraktor

Dugaan skandal ini pertama kali menyedot perhatian setelah dipublikasikan oleh media Jurnaltimor.id. Dalam laporan tersebut, OM mengaku gigit jari lantaran proyek bernilai ratusan juta rupiah yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, padahal ia mengklaim telah menggelontorkan uang pelicin.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026), OM enggan memberi banyak komentar tambahan dan meminta agar publik merujuk pada keterangan resminya yang sudah beredar.

"Saya tidak bisa memberikan keterangan tambahan lagi. Semuanya sesuai dengan apa yang dibaca di media," tutur OM.

Kendati begitu, OM mengisyaratkan masih membuka pintu iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan pihak-pihak terkait. Namun, ia juga menegaskan tak segan untuk membongkar seluruh bukti yang diklaimnya tersimpan rapi jika respons yang diharapkan tak kunjung datang.

 

 

 

 

 

Editor : Danny Manu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network