BELU, iNewsBelu.id — Komitmen memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar kembali dibuktikan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Maria Yohana Esti Wijayati. Melalui jalur aspirasi, sebanyak 1.725 pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA yang tersebar di 19 sekolah di Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Kehadiran program beasiswa ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka, sekaligus menjadi benteng pencegahan angka putus sekolah di daerah. Guna memastikan program tersebut tepat sasaran dan dipahami oleh masyarakat, Tenaga Ahli Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustinus Yun Budiarta, turun langsung melakukan kunjungan serta sosialisasi ke sejumlah sekolah penerima manfaat pada Rabu (28/10/2026).
Dalam keterangannya, Agustinus menegaskan bahwa PIP merupakan instrumen penting pemerintah untuk meratakan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Menurutnya, pendidikan yang layak adalah hak setiap warga negara dan menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan demi masa depan generasi muda yang lebih cerah.
Dana bantuan tersebut diarahkan secara khusus untuk memenuhi keperluan penunjang belajar siswa, seperti pembelian buku, seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya. Agustinus menambahkan, sosialisasi tatap muka sengaja dilakukan agar para orang tua dan wali murid benar-benar paham cara pemanfaatan dana bantuan yang transparan dan sesuai peruntukannya.
Apresiasi Hangat dari Orang Tua dan Pihak Sekolah
Program aspirasi ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam oleh masyarakat setempat. Rudolf Supardi, salah satu orang tua siswa dari SDI Wae Nunung, menyampaikan apresiasi kepada PDI Perjuangan dan MY Esti Wijayati. Menurutnya, bantuan ini datang pada waktu yang sangat tepat di tengah beratnya beban ekonomi warga Manggarai Timur yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana gempa bumi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SDI Racang, Hermina Froni, mengungkapkan bahwa jalur aspirasi memberikan kuota yang jauh lebih luas dibandingkan skema reguler. Berkat program ini, hampir seluruh siswanya dapat terakomodasi sebagai penerima bantuan pendidikan. Hermina pun berpesan kepada para orang tua agar menggunakan dana bantuan tersebut secara bijak dan bertanggung jawab murni untuk kepentingan pendidikan anak di sekolah.
Editor : Danny Manu
Artikel Terkait
