Wabup Rocky Presentasikan Kebutuhan Faskes Ke Menkes, Juga Minta Pelayanan Khusus Untuk Bupati Alor

Kalabahi, iNewsAlor. id - Audens bersama Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G, Sadikin di Jakarta, Kamis (21/8/2025), Wakil Bupati, Rocky Winaryo, SH, MH, presentasikan kebutuhan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, juga meminta pelayanan kesehatan khusus Bupati Alor, Iskandar Lakamau dalam menjalani pemulihan.
Ditemui diruang kerja Wakil Bupati, Winaryo menjelaskan pertemuan dengan Menkes itu, Terkait kebutuhan akan fasilitas kesehatan di Kabupaten Alor seperti puskesmas, tenaga dokter hingga laboraturium kesehatan.
Permintaan audens bersama menteri kesehatan ini, berdasarkan surat yang dikirimkan Bupati Alor, Iskandal Lakamau belum lama ini, namun audens ini sempat mundur lantaran Bupati sakit. Sehingga baru terlaksana. Katanya.
Saat audens, Winaryo menambahkan dirinya juga meminta langsung ke Menkes untuk jalur khusus pelayanan kesehatan kepada Iskandar Lakamau yang sementara ini menjalani pemilihan.
"Banyak hal yang kita bicarakan ketika bertemu pak Menteri, termasuk saya minta jalur khusus untuk pemilihan pak Bupati. Dan itu langsung saya minta ke pak Menteri" Ungkpanya.
Ditanya terkait jalur khusus, Winaryo menjelaskan mendapat fasilitas yang terbaik, artinya kebutuhan apa yang diperlukan terkait fasilitas kesehatan untuk melayani pak is dalam masa peuilihan itu akan dperhatikan, dan itu jawaban pak menteri. Sambungnya lagi.
Disinggung kondisi terakhir pak Bupati, winaryo mengatakan dalam proses pemulihan ini prosesnya terus membaik dan meningkat, intinya proses pemulihan ini terus berjalan.
Sementara Kadis Kesehatan, Dr Farida Ariyani saat diwawancarai Terkait audens dengan Menteri Kesehatan, Ariyani mengatakan, memang ada sejumlah kebutuhan yang menjadi pergumulan kita selama ini Terkait sejumlah kebutuhan kesehatan yang dibutuhkan di Alor.
Faskes seperti puskesmas itu, Ada 5 puskesmas yang memang belum prototypenya Menkes terutama dari fisik bangunan, sehingga kami membuat proposal dan Bupati bersurat ke Kemenkes sehingga kami bisa beraudens langsung dengan pak Menteri. Ungkap Ariyani.
"Proposal yang kami ajukan ini, berupa pembangunan fisik puskesmas, Ada 5 puskesmas dan 1 labotarium kesehatan masyarakat, namun dari 5 puskesmas ini Ada 1 yang masih di pending karna alasan status tanah, yaitu puskesmas Lawahing, sementara puskesmas, Mali, Taman Mataru, Probur dan Tamalabang tetap diajukan" Katanya.
Terkait Laboraturium kesehatan masyarakat ( Labkesmas) ini, Ariyani juga menambahkan bahwa ini merupakan kebijakan pusat yang mana setiap kabupaten harus Ada Labkesmas. Sebenarnya di Alor sudah Ada tapi prototype belum layak.
Dijelaskan Ariyani, kabupaten Alor dibidang kesehatan berdasarkan RPJMN yang dirilis Bapenas, Alor tidak masuk dalam lokus infrastruktur, sehingga usulan yang keluar dari Bapenas Alor tidak mendapat bangunan. Sehingga audens yang dimaksud ini, bisa mendapat atensi langsung dari Menteri Kesehatan.
Selain itu kekurangan atas tenaga medis, seperti dokter, dokter gigi, dokter gigi spesialis, dokter spesialis, apoteker sama terapi medis di Alor sendiri juga menjadi kebutuhan yang perlu mendapat atensi Menkes.
meskipun bedasarkan regulasi atau undang undang yang melarang rekrutmen renaga kontrak baru. Tandas Ariyani.
Dia juga mendambahkan apalagi Kabupaten Alor dengan karakteristik kepulauan yang juga rawan bencana, sehingga perlu penambahan dokter. Untuk itu dia meminta kepada Kemenkes untuk berusaha menyuarakan kebutuhan kekurangan dimaksud guna ada kekhususan daerah seperti Kabupaten Alor yang memang kepulauan itu untuk merekrut tenaga.
Audens dengan Menteri Kesehatan, Budi G, Sadikin ini, selain Kabupaten Alor yang diwakili Wakil Bupati Rocky Winaryo, didampingi Kadis Kesehatan, Dr Farida Ariyani, juga Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago; Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu; serta Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe.
Editor : Danny Manu