Cuaca Buruk, Pencarian 2 Korban Longsor di Manggarai Timur Dihentikan Sementara
FLORES, iNews.id - Upaya pencarian dua warga yang tertimbun material tanah longsor di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa dihentikan sementara pada Jumat (23/1/2026) sore. Hujan deras yang terus mengguyur dan ancaman longsor susulan menjadi kendala utama di lapangan.
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, yang memimpin langsung operasi di lokasi bencana, menyatakan bahwa keselamatan tim SAR gabungan menjadi prioritas utama mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Pencarian akan kita lanjutkan esok hari. Semoga cuaca lebih bersahabat sehingga tim bisa bekerja maksimal. Besar harapan kami kedua korban segera ditemukan," ujar Tarsisius, Jumat (23/1/2026).
Bencana yang terjadi sejak Kamis ini menyisakan duka mendalam. Hingga saat ini, dua orang warga atas nama Theresia Resem (45) dan Yustina Mira (18) dilaporkan masih hilang tertimbun material longsor.
Sementara itu, satu korban luka yang sempat dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa, Albina Ria (49), dinyatakan meninggal dunia pada Jumat hari ini setelah kondisinya memburuk. Satu korban lainnya, balita berusia 3 tahun bernama Apri Nikolaus Aca, masih dalam perawatan medis.
Dampak longsor ini mengakibatkan akses menuju Kampung Tuwa terputus total (terisolasi). Selain merusak pemukiman, material longsor juga menimbun 4 unit rumah milik warga (Kongradus Lasa, Adrianus Pau, Hendrikus Nawa, dan Paulus Hasmin) serta puluhan hektar sawah dan perkebunan warga.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah menerjunkan bantuan logistik berupa 750 kg beras, makanan siap saji, terpal, hingga peralatan tidur. Sebuah posko kesehatan darurat juga telah didirikan di Pustu Goreng Meni untuk melayani para pengungsi dan korban terdampak.
Operasi SAR gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor, Pos SAR Manggarai Barat, dan BPBD dijadwalkan akan kembali menyisir lokasi pada Sabtu (24/1/2026) pagi dengan fokus pada titik-titik rumah yang tertimbun.
Editor : Danny Manu