get app
inews
Aa Text
Read Next : Nelayan Alor Yang Hilang Selama 3 Hari, Bertahan Hidup Usai Makan Cumi Mentah dan Minum Air Laut

Hanyut 7 Hari 2 Nelayan Sikka Ditemukan di Laut Alor, Bertahan Minum Air Hujan dan Makan Ikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 07:16 WIB
header img
Ini dua nelayan asal Paga, Kabupaten Sikka yang ditemukan selamat di laut Alor setelah 7 hari hanyut di laut. FOTO:ITM

 Ketika berada di perairan laut itu, mereka melabuhkan  bodi di laut, dan berenang ke darat lalu berjalan menuju kampung. "Saat keduanya sampai di kampung (Kiraman) mereka diantar ke Kepala Desa. Dan saat ini keduanya ada di Desa Kiraman.

 Sementara bodi perahu sudah di selamatkan warga nelayan dari Sibera bawah ke darat dalam keadaan baik," tandas Kapolres. 

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Kiraman, Yoyarib Maleimakuni melalui ponselnya  membenarkan bahwa kedua nelayan asal Kabupaten Sikka itu tengah berada di Desa Kiraman dan telah diurus masyarakat dan Pemerintah Desa untuk  beristirahat dengan baik selama beberapa hari nanti. 

Menurut Maleimakuni, dua nelayan ini   selamat dari ancaman gelombang laut selama 7 hari.

 Memang cukup memprihatinkan kondisi mereka dua sehingga  membutuhkan waktu untuk istirahat. 
"Informasi tentang orang hilang di Laut ini memang kita sebelumnya sudah dapat informasi dari TNI Angkatan Laut. Sehingga siang tadi warga lihat ada 2 orang yang berenang ke darat, warga langsung membantu keduanya, dan setelah itu kita bincang-bincang baru tahu bahwa keduanya korban hanyut.
 Tetapi Puji Tuhan keduanya selamat," ungkap Kades.

 Menurut Kades, dirinya sudah koordinasi dengan Pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Sosial, Pihak Kepolisian, Basarnas dan unsur lainnya agar pada Senin 2 Februari 2026 keduanya dijemput oleh Pemerintah Kabupaten Alor dan Keluarga Maumere yang ada di Kota Kalabahi. 

Sementara itu salah seorang nelayan, Norisius yang sempat diwawancarai  melalui sambungan telepon menceritakan, bahwa ketika perahu mereka hanyut, mereka hanya bertahan dengan minum air hujan selama 7 hari.

 Keduanya, kata Norisius, hanya bertahan saja di tengah lautan luas dan gelombang yang tinggi, apalagi kondisi cuaca juga buruk.
"Ditengah laut kami melihat kapal tengker. Kami teriak-teriak minta tolong namun karena jaraknya jauh sehingga mereka tidak tahu kalau kami lagi minta tolong," ungkap Norisius. 

Puji Tuhan, kata Norisius, kami  selamat sampai di desa ini di Alor. "Terimakasih atas bantuan dan perhatian kepada Kami," kata  Norisius.

Editor : Danny Manu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut