Kabar Gembira bagi Petani! Stok Pupuk Subsidi Manggarai Timur 2026 Dijamin Melimpah
FLORES, iNews.id - Angin segar menghampiri para petani di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Distributor pupuk subsidi, CV Harum Jaya, memberikan jaminan bahwa kelangkaan pupuk yang sering menjadi momok petani tidak akan terjadi pada tahun 2026.
Kepastian ini didasarkan pada lonjakan alokasi pupuk subsidi yang diterima daerah tersebut untuk disebarkan ke seluruh kecamatan.
Direktur CV Harum Jaya, Yohanes Suherman, mengungkapkan bahwa berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian Manggarai Timur, volume pupuk subsidi tahun ini berada pada angka yang sangat menggembirakan.
Total alokasi yang siap didistribusikan ke 12 kecamatan meliputi, pupuk urea 4.200 ton, pupuk NPK 7.000 ton
"Kami memastikan petani akan mendapatkan porsi pupuk yang lebih tinggi tahun ini. Dengan angka tersebut, kecil kemungkinan terjadi kelangkaan di tingkat lahan," ujar Yohanes optimis.
Meski stok di gudang melimpah, Yohanes memberikan catatan terkait tantangan logistik. Satu-satunya kendala yang diantisipasi adalah faktor cuaca yang dapat mempengaruhi kecepatan distribusi dari pusat hingga ke tangan pengecer. Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus memantau agar rantai pasok tetap terjaga meskipun cuaca buruk melanda.
Tidak hanya soal ketersediaan, CV Harum Jaya juga menaruh perhatian serius pada harga jual di lapangan. Yohanes mengimbau seluruh pengecer untuk patuh pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu: Urea: Rp 90.000/ karung, NPK: Rp 92.000/ karung.
Pihak distributor tidak akan menoleransi adanya oknum yang mencoba bermain harga. Yohanes menegaskan sanksi berat telah menanti bagi pengecer nakal.
"Jika ada pengecer yang nekat menjual di atas harga HET, saya tegaskan, kami akan langsung mencabut izinnya sebagai pengecer resmi," tegas Yohanes.
Dengan pengawasan ketat dan alokasi yang besar, diharapkan musim tanam 2026 di Manggarai Timur dapat berjalan maksimal demi meningkatkan produktivitas pertanian daerah.
Editor : Danny Manu