get app
inews
Aa Text
Read Next : Putra NTT Resmi Gagas Badan Sertifikasi Bertaraf Global

Ratusan Siswa di Manggarai NTT Tak Ikut KBM Usai Keracunan MBG

Jum'at, 13 Februari 2026 | 07:04 WIB
header img
Foto: Siswa SD di Manggarai dirawat di Puskesmas usai mengalami keracunan MBG

RUTENG, iNewsAlor.id - Sedikitnya 42 warga di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Akibat kejadian ini, 131 siswa SDN Ulu Belang terpaksa diliburkan karena banyak yang sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, mengatakan para korban dirawat di Puskesmas Ponggeok dan Puskesmas Iteng.

“Data sementara tercatat 39 pasien di Puskesmas Ponggeok dan 3 di Puskesmas Iteng. Sebanyak 16 orang harus dirawat inap,” ujar Jefrin, Kamis (12/2/2026).

Seluruh korban diketahui mengonsumsi menu MBG yang sama, yakni nasi, telur, ayam, jagung, tempe, kacang panjang, labu, dan buah salak.

Korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita, ibu hamil, siswa, guru, hingga orang tua.

Gejala yang dialami meliputi diare, nyeri perut, mual, muntah, demam, dan sakit kepala.

Saat ini, Dinas Kesehatan Manggarai bersama tim terkait tengah melakukan penyelidikan epidemiologi, termasuk pemeriksaan sampel makanan dan spesimen pasien guna memastikan sumber keracunan.

Untuk mencegah korban bertambah, seluruh fasilitas kesehatan disiagakan dan puskesmas diminta melakukan penelusuran aktif terhadap warga yang mengalami gejala serupa.

Dampak keracunan juga meluas ke dunia pendidikan. Sebanyak 131 siswa SDN Ulu Belang, Kecamatan Satar Mese, tidak masuk sekolah karena sakit.

Kepala SDN Ulu Belang, Lena Lensiana Ije, membenarkan bahwa kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.

“Untuk sementara KBM diberhentikan karena masih ada anak yang sakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada Selasa siswa dan guru mengonsumsi MBG dengan menu telur ceplok bercampur saus. Malam harinya, sejumlah siswa mulai mengeluh mual. Keesokan harinya, banyak yang tidak masuk sekolah, bahkan sekitar 10 siswa demam di dalam kelas.

Selain siswa, 12 guru ikut terdampak, enam diantaranya tidak masuk kerja.

Pihak sekolah juga menolak 125 porsi MBG yang diantar karena tidak ada aktivitas di sekolah.

Untuk sementara, sekolah menghentikan penerimaan MBG hingga kondisi siswa dan guru pulih sepenuhnya.

Editor : Danny Manu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut