get app
inews
Aa Text
Read Next : Ironi Proyek Jalan Strategis Labuan Bajo–Ruteng: Rp137,4 Miliar Lenyap, Jalan Rusak Sebelum Setahun

Legislator Perindo Soroti Ratusan Kapal Wisata Tak Berizin di Labuan Bajo

Kamis, 14 Mei 2026 | 13:57 WIB
header img
Anggota DPRD Perindo Soroti Ratusan Kapal Wisata Tak Berizin di Labuan Bajo, Foto: Iren Leleng/iNewsAlor.id

LABUAN BAJO, iNewsAlor.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Barat, NTT, menyoroti dugaan banyaknya kapal wisata yang belum berizin di kawasan wisata unggulan Labuan Bajo. Kondisi ini dinilai membuat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) “mengalir keluar” dari daerah.

Anggota DPRD Manggarai Barat sekaligus Ketua DPD Partai Perindo, Hasanudin, menyebut dari sekitar 812 kapal wisata yang beroperasi, baru 244 kapal yang tercatat resmi dan berkontribusi terhadap PAD Kabupaten Manggarai Barat. Sisanya, sekitar 568 kapal diduga belum mengantongi izin.

“Yang berizin baru sekitar 244 kapal, sementara lebih dari 500 lainnya belum. Ini jelas berdampak pada PAD daerah,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Hasanudin menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena berpotensi “menggerus” pendapatan daerah, terlebih sebagian pemilik kapal berasal dari luar daerah sehingga keuntungan tidak banyak berputar di Manggarai Barat.

Ia pun mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera melakukan penertiban. Operator kapal wisata juga diminta membuka kantor perwakilan di Labuan Bajo agar pengawasan dan pemungutan pajak lebih efektif.

“Harus ada penertiban. Jangan sampai potensi besar pariwisata ini justru tidak kembali ke daerah,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2023 yang dinilai belum optimal dalam mengamankan penerimaan daerah dari sektor kapal wisata. DPRD, kata dia, akan terus mengawasi pelaksanaannya.

Hasanudin juga meminta penguatan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Syahbandar untuk memperjelas status kapal wisata agar tidak terjadi celah hukum di lapangan.

Di sisi lain, ia turut menyinggung dugaan kasus penipuan agen travel terhadap wisatawan asing yang dinilai berpotensi mencoreng citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium.

“Citra Labuan Bajo harus dijaga. Jangan sampai kasus seperti ini merusak kepercayaan wisatawan,” ujarnya.

DPRD menegaskan, penataan sektor wisata bahari harus diperkuat agar tidak hanya indah di permukaan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi PAD dan masyarakat.

Editor : Danny Manu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut