get app
inews
Aa Text
Read Next : Teken MoU Dengan Bulog, Kejari Alor Siap Dampingi jika Ada Masalah Hukum

Pascareaksi dan Respons Cepat Curahan Hati Mahasiswa Asal Alor, Mentan : Harga Sama ada Satgas Awasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:05 WIB
header img
Mentri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat du bandara Malu Alor NTT. (Foto: Istimewa).

KALABAHI,iNewsAlor.id-Merespons curahan hati dari mahasiswa Prodi Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Adriano Padama dalam senuah diskusi di UNDIP, Kamis 6 Agustus 2026 tentang mahalnya harga beras dan kesulitan penyaluruan di musim hujan, Kepala Badan Pangan Nasional (BAPANAS), Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian Republik Indonesia terjun Alor, Sabtu (08/08/2026).  Usai menyerahkan beras bantuan Presiden, Andi Sulaiman tegaskan, harga beras harus sama di seluruh pelosok Alor. Ada Satgas ( Satuan Tugas) tindak, jika ada yang bermain harga. 

Harga beras di seluruh pelosok Alor harus sama dengan harga beras di Jakarta, Surabaya dan Sulawesi Selatan, kata Andi Sulaiman.  

“Katanya harga beras mahal. Na, kami langsung siapkan stok beras dua gudang  penuh. Dan harus harganya sama dengan di Jakarta, Surabaya dan Sulsel untuk jangka pendek. Harganya  Rp. 13 Ribu Lima Ratus.  Itukan harga eceran tertinggi,” ungkapnya. 

Soal harga beras di Alor terang Andi Sulaiman, harga  tidak boleh berubah hingga  datangnya musim penghujan, justru kalau datang musim hujan petani tanam lagi. Distribusi ke masyarakat penerima menjadi tugas  Bulog, ada gudang disini.  

Ditegaskan Menteri Pertanian ini bahwa kalau  ada mitra Bulog yang bermain harga beras diluar yang ditetapkan pemerintah ditindak, ada Pak Kapolres. 

Menanggapi kebutuhan petani di Alor akan bendungan, Andi Sulaiman mengaku akan melakukan koordinasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum.  

Merespon informasi yang ia terima dari Adriano Padama di UNDIP demikian Amran Sulaiman, yang  pertama perintah Presiden RI Prabowo Subianto langsung ada bantuan beras. Itu gratis, selesai. Untuk NTT ada beras 1.200 ribu Ton, Seluruh Indonesia ada 33,4 Juta ton beras. Itu bantuan langsung pangan

Selanjutnya langka kedua adalah kita jaga, katanya harga beras mahal. Nah, kami langsung siapkan stok beras dua gudang  penuh.  ini sudah selesai dua masalah. 

Masalah ketiga adalah jangka menengah, itu yang ada bibit jagung, bibit padi kita berikan dan alat mesin pertanian, ujar Andi Sulaiman sembari menegaskan, untuk jangka panjangnya adalah tanam kopi, kalau tanam kopi bisa 20 tahun umurnya. Mente bisa 30 tahun, kelapa bisa 40 tahun. Itulah solusi permanen. Semua bibit dari Kementrian Pertanian, diberikan kepada petani secara gratis.

Editor : Danny Manu

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut