Selamatkan Puluhan Telur Penyu dari Predator, Warga berhasil Tetaskan dan Merawat Bayi Penyu

Danny Manu
.
Rabu, 21 September 2022 | 09:27 WIB
Bayi penyu yang berhasil menetas dirawat diamankan warga dari predator Foto: Bernadus Liwang/ alor.inews.id

KALABAHI, iNews.Alor.id - Selamatkan puluhan telur penyu dari predator warga berhasil tetaskan telur telur itu dan merawat bayi penyu mengikuti tutorial di youtube.

Sekitar 70 buah telur penyu ini di temukan warga di pantai Delaki Kecanatan Pantar Tengah, Alor NTT ini, menjadi perhatian pemerhati konservasi.

Setelah mendapat informasi dari warga tentang adanya seekor induk penyu  yang bertelur di pantai, Petrus maure bersama teman teman Yayasan TAKA yang memang memounyai program tentang pelestarian penyu serta pemerhati konservasi berikan pendampingan.

Alhasil hingga hari ini, 6 telur sudah menetas kata Bernadus Ilwang via whatsapp pribadi berikan laporan.


Warga di pantai delaki pantar tengan menunjukan bayi penyu yang berhasil menetas



"Ini hari sudah menetas ada 6 ekor om, dia tidak serentak om, satu hari menetas 6 telurnya ada sekitar 70 ini om, dan saya lihat ada 2 ekor penyu induk lagi yang naik di pasir" kata Bernadus.


Sementara salah satu dari komunitas pemerhati Konservasi Alor, Deni Lalitan yang dihubungi via telp selularnya Rabu 21/9/2022 membenarkan ada pendampingan dari pemerhati.

"kami sebenarnya sangat apresiasi ketika dapat informasi ini dari mereka, alasanya warga sudah sadar, sehingga mau meninformasikan ada temuan penyu yang semntara bertelur" katanya.

Lanjut Deni, tentang pendampingan tersebut, dilakukan oleh Petrus Maure dan Rudi, namun berbekal pengetahuan terkait itu, kami mencoba lakukan berdasarkan pengalaman, berdiakusi dengan pihak terkait serta dan mangaku mengikuti tutorial di youtube, bagamaina cara perawatan induk penyu mulai dari telur hingga menetas.

"Ini kami lakukan karna ingin amankan sekalian memberikan sosialisasi tentang lingkungan dan habitat penyu disana", pungkasnya.


Induk penyu di pasir pantai delaki


Sementara Haries Sukandar dari tim Yayasan WWF yang dihubungi Rabu 21/9/2021 via telpon selularnya menjelaskan. Poin penting habitat peneluran penyu

• Habitat terjaga dari predator alami (Seperti Biawak, semut, tikus) bahkan manusia, perubahan fungsi lahan/habitat juga bisa mempengaruhi penurunan peneluran
• Penyu cenderung bertelur di lokasi yang minim pencahayaan dari pemukiman
• Rata Rata penyu bertelur  di waktu Malam hari
• Penyu memiliki sifat kembali ke rumah ("Strong homing insting") yang kuat, artinya Ketika dia bertelur disitu dia bisa merekam kembali tempat dia ditetaskan setelah penyu tersebut migrasi antara lokasi mencari makan (Feeding ground) dengan lokasi bertelur (tempat berkembang biak).
• Suhu pasir sarang merupakan perpaduan antara suhu lingkungan dengan suhu telur selama masa inkubasi. Suhu yang baik untuk keberhasilan yang baik selama masa inkubasi telur penyu adalah berkisar 25–33 ºC [3]. Bila suhu di dalam sarang diluar batas suhu tersebut, maka embrio tidak akan tumbuh dan mati. Jenis kelamin penyu pun berpengaruh terhadap kondisi suhu (Ewart, 1979).

Haries menambahkan, terkait modifikasi dari masyarakat untuk membantu inkubasi telur merupakan bentuk kesadaran masyarakat Delaki kami apresiasi. Karena beberapa lokasi di kawasan konservasi memiliki tempat habitat namun karena banyaknya ancaman, mereka membentuk tempat penetasan semi alami yang mana itu adalah upaya manusia.

karena sebagai mana kita ketahui penyu dilindungi Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 segala bentuk pemanfataan atau perdagangan dilarang.

"Kita masih sering lihat banyak masyarakat yang jual telur, banyak yang bilang banyak khasiatnya, tapi kolesterol yang terkandung didalam telur penyu 20x lipat lebih besar dibanding telur ayam" tutup Haries.

Editor : Danny Manu

Follow Berita iNews Alor di Google News

Bagikan Artikel Ini