Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas Bupati TTU Akan Tolak Calon Dirut dan Komisaris Bermasalah di RUPSLB Bank NTT:
Advertisement . Scroll to see content

Prof. Alo Liliweri Soroti RUPS Bank NTT: Desak Profesionalisme dan Transparansi

Selasa, 13 Mei 2025 | 16:13 WIB
  • author Eben
Prof. Alo Liliweri Soroti RUPS Bank NTT: Desak Profesionalisme dan Transparansi
Foto: Prof. Alo Liliweri, Komisaris Independen Bank NTT Terpilih, yang tidak dilantik tanpa alasan (Foto: Ist.)

Kupang, iNewsAlor.id – Menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS- LB) Bank NTT, 14 Mei 2025, Komisaris Independen terpilih yang belum sempat dilantik, Prof. Dr. Alo Liliweri, melontarkan peringatan keras kepada para pemegang saham. Ia menekankan pentingnya menjaga independensi dan profesionalisme Bank NTT agar tidak dijadikan alat kepentingan politik.

“Bank NTT bukan hanya soal keuangan, tapi juga soal integritas dan tata kelola. Jangan biarkan bank daerah ini menjadi alat kekuasaan politik,” tegas Prof. Alo saat diwawancarai, Selasa (13/5/2025).

Prof. Alo mengaku dirinya sudah mengantongi sertifikat level 6, sempat terpilih sebagai komisaris independen Bank NTT, namun hingga kini tidak pernah dilantik tanpa penjelasan resmi dari pihak terkait.

“Saya itu terpilih sebagai komisaris independen waktu itu, namun tidak dilantik sampai hari ini, tanpa ada alasan yang disampaikan secara resmi. Informasi yang saya terima, diduga karena faktor usia. Padahal, tidak ada batasan usia dalam regulasi,” ungkapnya.

Penolakan Laporan Direksi Lama dan Perombakan Manajemen

Seperti diketahui, dalam RUPS pada 8 Mei 2024 lalu, mayoritas pemegang saham, termasuk Pj. Gubernur NTT Ayodia Kalake dan sejumlah bupati, menolak laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris lama Bank NTT. RUPS tersebut juga memutuskan untuk merombak jajaran manajemen bank.

Dalam keputusan itu, Alexander Riwu Kaho diberhentikan dari jabatan Direktur Utama dan digantikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Yohanes Umbu Praing. Kosmas Lana diangkat sebagai Komisaris utama. Frans Gana dipertahankan untuk menangani Komite Remunerasi, sementara Hilarius Minggu dan Krisantus tetap berada dalam struktur manajemen.

Editor: Danny Manu

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut