Gubernur NTT Hadiri RAT Kopdit Swastisari, Dukung Perkembangan Koperasi

Eben
Foto Bersama, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Lambertus Ara Tukan, dan Manajemen Kopdit Swasti Sari.

Foto Bersama, General Manager Kopdit Swasti Sari, Imelda Anin dan Wakil General Manager Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong.

Kupang, iNewsAlor.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emauel Melkiades Laka Lena, menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang ke 36 tahun buku 2024 KSP Kopdit Swasti Sari. 

Kehadirannya memberikan dukuangan semangat kepada pengurus, pengawas, karyawan, dan anggota koperasi agar terus berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah. 

RAT ke-36 ini mengusung Tema Merawat Kebersamaan Memperkuat Jati Diri Koperasi Kredit Swasti Sari agar tercapainya gambaran nyata Kopdit Swasti yakni membentuk anggota yang loyal 90% pada Lembaga dengan menekankan teratur dalam Menyimpan, bijaksana melakukan pinjaman dan Tertib dalam mengembalikan pinjaman tepat waktu tepat jumlah (TWTJ). 

Manajemen Kopdit Swasti Sari juga menekankan keseimbangan antara simpanan dan pinjaman dan pengembalian Pinjaman teratur guna menjaga kesehatan finansial koperasi. 

“Saya mengapresiasi peran besar Kopdit Swasti Sari dalam mendukung perekonomian masyarakat, terutama dalam memberikan akses keuangan yang lebih luas kepada anggotanya,” ujar Gubernur Melkiades Laka Lena dalam sambutannya. 

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa Masih ada masyarakat ‘elite’ (ekonomi sulit) di daerah ini maka melalui gerakan ekonomi kerakyatan yang telah digagas oleh Bung Hatta yang namanya Koperasi adalah wadah yang tepat dan cocok untuk masyarakat ‘elit’ mendapatkan pelayanan dan kemudahan akses keuangan. 

Gubernur NTT juga mengatakan bahwa Saat ini Pemerintah Pusat dan daerah sudah meluncurkan Koperasi Merah Putih yang prioritasnya ‘One Village One Product’, satu desa satu produk dengan mengutamakan produk unggulan pada desa atau wilayah tersebut. Hal ini dikerjakan dengan serius maka akan membuka peluang industri yang dikelola oleh orang - orang lokal dan tentunya Pemerintah akan berperan aktif untuk menghidupkan usaha tersebut.

Wakil General Manager Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong, mengatakan bahwa sejak tahun 2020, RAT dilakukan secara virtual akibat pandemi COVID-19. Tahun 2025 ini, RAT kembali diadakan secara tatap muka dengan antusiasme anggota yang tinggi setelah terselenggarakannya PRA RAT di 30 Kantor Cabang. Kehadiran Gubernur NTT semakin memotivasi anggota, terutama dari kalangan pedesaan yang datang mengikuti RAT Pusat sebagai utusan anggota mewakilinya cabangnya.

“Jadi ada pesan baik yang disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, kepada anggota untuk jangan menyerah, apapun keadaannya,” ujar Kasmirus, kamis (03/04/2025). 

Pertumbuhan Anggota Swasti Sari

Ketua Pengurus KSP Kopdit Swastisari, Lambertus Ara Tukan, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, jumlah anggota Kopdit Swastisari mencapai 205.000 orang, meningkat sebesar 8% dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 189.000 anggota.

“Angka ini sudah memperhitungkan anggota yang meninggal, mengundurkan diri, atau dikeluarkan. Oleh karena itu, isu mengenai banyaknya anggota yang keluar tidaklah benar dan masih dalam batas kewajaran,” kata Lambertus.

Hak-Hak Anggota Terjamin

Hak anggota, termasuk hak untuk melakukan pinjaman, tetap berjalan normal. Bagi anggota yang meninggal, hak-haknya tetap diberikan kepada ahli waris. Pada tahun 2024, total hak anggota yang telah disalurkan mencapai hampir Rp3 miliar, dan seluruhnya diterima oleh ahli waris tanpa kendala.

Kopdit Swasti Sari Sehat dan Siap Bermitra dengan Pemerintah.

KSP Kopdit Swastisari mencatat kinerja positif dalam aspek keuangan dan pelayanan. Dengan jumlah anggota mencapai 205.584 orang, lembaga ini terus berkembang dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program keuangan dan sosial.

Dari sisi modal, Kopdit Swasti Sari memiliki total dana sebesar 217,728,850,978, dengan hasil yang diperoleh mencapai Rp. 1.138.788.680. Sisa Hasil Usaha (SHU) tercatat sebesar Rp17.319.462.603, dengan kredit dawai sebesar 2,18%. Jumlah karyawan yang dipekerjakan mencapai 535 orang, tersebar di 30 kantor cabang, 6 kantor cabang pembantu, dan 81 kantor kas.

Audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Hendra Sukroni di Jakarta memberikan opini wajar tanpa pengecualian terhadap laporan keuangan Kopdit Swastisari. Ini membuktikan bahwa tata kelola keuangan lembaga berjalan baik dan transparan.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aspek pengelolaan keuangan koperasi,” tegas Lambertus.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emauel Melkiades Laka Lena, menyampaikan terima kasih kepada Kopdit Swastisari yang siap bekerja sama dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program kerja di tingkat pusat, provinsi, dan kota.

“Saya berharap Kopdit Swasti Sari dapat terus memperluas layanan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama yang berada di daerah terpencil,” ujar Gubernur.

Kopdit Swasti Sari juga menyatakan kesiapan mendukung koperasi desa Merah Putih serta memperluas layanan ke berbagai wilayah, termasuk 23 kantor cabang di NTT, 3 di Bali, serta masing-masing 1 kantor cabang di Surabaya, Mataram, Batam, dan Ibu Kota Negara Baru, Samarinda.

Kopdit Swasti Sari Dukung Program Koperasi Merah Putih

Wakil GM Kopdit Swasti swasti Kasmirus Kopong, menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah, termasuk program Gubernur NTT, dalam membangun Koperasi Merah Putih dengan konsep "1 Desa 1 Produk”,

“Koperasi Merah Putih tidak akan mengganggu keberadaan Kopdit Swasti Sari karena memiliki fokus bisnis yang berbeda. Koperasi Merah Putih bergerak di sektor produksi dengan konsep ‘One Village One Product’, artinya mengarah terbentuknya Koperasi Produsen sedangkan Kopdit Swasti Sari fokus usaha tunggalnya pada simpan pinjam,” jelas Kasmirus. 

Pria yang juga alumni PMKRI Kupang juga menjelaskan bahwa kolaborasi antar Pemerintah dan Swasti Sari memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat luas, Konsep One Village One product, Memutuskan mata rantai praktik ijon dari hulu ke hilir sehingga masyarakat bisa lebih berdaya saing dan menguasai hasil yang diproduksi dari hasil kerjanya, selain itu juga masyarakat diedukasi membudayakan pola hidup menabung seberapa besar atau kecil dari hasil yang didapat serta meningkatkan kecerdasan dalam pengelolaan keuangan. Masyarakat kita tidak miskin tapi belum cerdas manage keuangan bahkan hartanya. 

Tentang kolaborasi Koperasi Merah Putih

Lanjut Pria Kelahiran Adonara, Peran Kopdit Swasti Sari jika diperlukan maka kami membantu pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia sebagai Pengelola Kopersi Merah Putih sehingga sebelum dana dikucurkan pengelola Koperasi Merah Putih Yang ada didesa - desa sudah mengetahui tata kelolanya. 

Di akhir acara, General Manager Kopdit Swasta Sari, Imelda Anin dan Wakil General Manager Kopdit Swasta Sari, Kasmirus Kopong, turut mengucapkan selamat Hari Lebaran kepada seluruh anggota dan umat Muslim yang merayakan hari kemenangan. 

Editor : Danny Manu

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network